Festival Jagat GUSDURian Ajak Lintas Agama Kolaborasi Menjaga Bumi


Salah satu pemateri, Zainal Abidin dalam Forum Majelis Keadilan Ekologi (foto: aulia)

Tebuireng.online– Jaringan GUSDURian menggelar Festival Jagat (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) pada Sabtu–Ahad (29–30/08/2026) di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh manusia.

Baca Juga: Jaringan GUSDURian Serukan Keadilan Ekologi Lintas Agama di Festival Jagat Jombang

Festival yang mengusung tema keterlibatan agama dalam menjaga kelestarian alam tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan dialog, edukasi, seni, serta aksi sosial lingkungan. Rangkaian acara dimulai pada Sabtu pagi dengan registrasi peserta pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, pukul 09.00–17.00 WIB digelar Forum Majelis Keadilan Ekologi yang menghadirkan tokoh agama, akademisi, serta aktivis lingkungan.

Sejumlah pembicara yang hadir di antaranya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya; Lukman Hakim Saifuddin dari Gerakan Nurani Bangsa; Tri Mumpuni, Ketua Yayasan IBEKA sekaligus Dewan Pengarah BRIN; Zainal Abidin Bagir dari UGM/ICRS; Hening Parlan dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah; Inayah Wahid; perwakilan Greenpeace Indonesia dan GUSDURian Peduli; Prigi Arisandi pendiri Ecoton; Bambang Tri Daxoko dari RMI Indonesia Institute for Forest and Environment; Jay Ahmad Koordinator Seknas Jaringan GUSDURian; Eko Cahyono dari Sajogyo Institute; Zaimatus Sa’diyah dari UIN Walisongo Semarang; Roy Murtadho dari Pondok Pesantren Misykat Al Anwar Bogor; serta Dewi Anggraeni dari UIN Gus Dur Pekalongan.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film bersama, pertunjukan musik, dan berbagai penampilan seni budaya. Sementara pada hari kedua, Minggu (30/08/2026), peserta mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan dan mata gratis bagi santri serta masyarakat umum, fun games, kelas ekologi, hingga ziarah ke makam Gus Dur bersama umat lintas agama.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: Majelis Keadilan Ekologi di Festival Jagat 2026 Dorong Gerakan Lintas Iman Hadapi Krisis Ekologi

Koordinator Sekretariat GUSDURian, Jay Ahmad, mengatakan Festival Jagat tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga menjadi sarana memperluas pengetahuan dan membangun gerakan bersama dalam menjaga lingkungan.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti sebagai pertemuan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan dan gerakan nyata yang memberikan dampak lebih besar,” ujar Jay Ahmad.

Menurutnya, upaya menjaga alam harus dilakukan secara berkelanjutan agar bumi tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Kesadaran ekologis, kata dia, perlu terus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas agama.

Festival Jagat merupakan bagian dari Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi (JAGAT) yang berangkat dari kegelisahan tentang bagaimana agama dapat mengambil peran dalam menjawab persoalan lingkungan. Gerakan ini mengajak berbagai kelompok lintas iman untuk berdialog, bekerja sama, dan terlibat langsung dalam upaya penyelamatan alam.

Para penggagas menjelaskan, Festival Jagat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses panjang yang dimulai melalui Sekolah Jagat, kampanye lingkungan, hingga berbagai aksi pendampingan masyarakat dalam menjaga ekosistem, termasuk ekosistem laut.

Pemilihan Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut dinilai memiliki nilai keteladanan dari KH Hasyim Asy’ari dan Nyai Khoiriyah Hasyim dalam menjaga nilai kemanusiaan serta kepedulian terhadap alam.

Melalui Festival Jagat, peserta diajak melakukan refleksi bersama, membangun dialog lintas agama, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga bumi Indonesia. Pesan Gus Dur bahwa “merusak alam sama seperti merusak kemanusiaan” menjadi salah satu semangat utama dalam gerakan ini.

Baca Juga: Festival Jagat 2026 di Seblak Jombang Angkat Isu Keadilan Ekologi dan Gerakan Lintas Iman



 


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch